Hari Kelabu tak Bernama

Ada hari di mana segalanya terasa berat
Bukan karena dunia berubah
Tapi karena sesuatu di dalam diri terasa kosong
Namun anehnya tetap penuh

Aku terbangun, berjalan, tersenyum, seolah hidup masih sama
Padahal di dada ada sesuatu yang tak bisa dijelaskan
Semacam beban yang tak punya nama

Aku ingin ditemani, tapi juga ingin sendiri
Aku ingin dekat, tapi juga menjauh dari semua suara
Kadang keinginan itu datang bersamaan
Membuat bingung untuk memilih
Apa sebenarnya yang dibutuhkan jiwa ini

Mungkin ini bukan tentang siapa pun
Bukan tentang salah atau benar,
Hanya tentang rasa yang sedang mencari tempat untuk pulang

Ada luka yang tak butuh ditanyakan
Ada lelah yang tidak ingin diselesaikan

Dan ada diri ini yang hanya ingin dipeluk
Tanpa harus menjelaskan
Tanpa harus kuat
Tanpa harus membuktikan apa pun

Di dalam diam
Aku masih percaya pada seseorang
Meski kadang ada api kecil yang ingin marah
Lalu padam lagi sebelum sempat dinyalakan

Aku memilih percaya,
Meski tak selalu ada alasan yang bisa kutunjukkan
Dan jika suatu hari aku berhenti berlari
Itu bukan karena aku menyerah

Melainkan karena pada akhirnya aku ingin berhenti
Berhenti membuktikan bahwa aku mampu berdiri
Aku hanya ingin ada pelukan yang berkata
“Tak apa, jatuhlah. Aku tetap di sini.”

Leave a Reply