Tempat Untuk Menepi

Ada saat-saat di mana hari terasa begitu panjang
Menuntut segalanya hingga kita lupa cara untuk sekadar bernapas tenang
Kita berjalan di lintasan masing-masing
Memikul beban yang sering kali membuat pundak terasa payah

Ada banyak hal yang harus diselesaikan
Banyak suara yang harus didengar
Sampai rasanya seluruh energi ini terserap habis oleh dunia

Namun, di penghujung waktu
Saat semua hiruk-pikuk itu mereda
Segala lelah seolah kehilangan kuasanya

Hanya dengan menyadari keberadaanmu
Atau sekadar bertukar sapa di sela-sela waktu yang sempit
Dunia yang tadinya terasa berat tiba-tiba saja meluruh

Aneh rasanya,
Bagaimana raga ini bisa begitu luruh oleh tugas
Namun hati malah terasa seperti baru saja memenangkan sesuatu yang istimewa

Ternyata bahagia tidak butuh alasan yang megah

Di saat dua orang yang sama-sama lelah memilih untuk saling menetap
Di situlah dunia terasa hanya milik kita berdua
Bukan karena keadaan berubah menjadi lebih mudah
Tapi karena kita telah menemukan ‘rumah’ yang tidak berbentuk bangunan

Sebuah ruang tenang di mana aku bisa menepi
Meletakkan seluruh bebanku
Dan merasa utuh kembali hanya karena kamu ada

Leave a Reply