Aku dan Sunyi

Di sela jam yang panjang dan tubuh yang menahan lelah
Aku masih berdiri bukan karena aku kuat
Tapi karena hidup tidak pernah benar-benar memberi pilihan
Selain terus berjalan

Hari ini senja datang pelan
Menyentuh pikiranku yang sempat riuh
Mengusap dadaku yang beberapa kali ingin runtuh
Aku menitipkan letih pada rutinitas
Sambil menikmati sunyi yang pelan-pelan jadi tenang

Anehnya, aku tidak marah
Tidak memberontak
Hanya diam sambil belajar bernapas

Barangkali karena semalam aku tidur tanpa mimpi buruk
Barangkali karena ada suara yang sempat singgah di telinga
Atau mungkin karena hatiku akhirnya mengerti
Bahagia itu kadang sesederhana merasa ditemani

Aku masih menyimpan rindu
Pada hal-hal yang tidak lagi bisa kupeluk
Aku masih menahan ingin
Karena takut dianggap meminta terlalu banyak

Tapi hari ini aku memilih percaya
Percaya bahwa lelah akan perlahan pergi
Percaya bahwa tangis tidak selalu sia-sia
Percaya bahwa aku pantas punya hari-hari yang lembut

Aku bukan perempuan yang selalu tegar
Aku hanya jiwa yang belajar pulih
Di bawah langit jingga

Dan jika nanti malam datang membawa sunyi
Biarlah senja hari ini menjadi pengingat:

Aku pernah bertahan
Aku pernah berharap
Aku masih berjalan

Leave a Reply