Yang Kubiarkan Berlalu

Dulu aku adalah langit yang selalu gelisah
Sedikit mendung mengira hujan akan tinggal selamanya
Sedikit sunyi mengira semesta sedang meninggalkanku
Maka setiap angin yang berubah arah selalu ku anggap sebagai pertanda

Menghitung jarak dari langkah yang menjauh
Mengukur kasih dari banyaknya kabar
Dan menjadikan kecemasan sebagai pelita yang kubawa ke mana-mana

Sampai suatu hari aku kelelahan
Bukan karena kehilangan
Bukan pula karena ditinggalkan

Aku lelah menjadi penjaga bagi badai yang bahkan belum tentu datang
Maka perlahan kulepas satu demi satu prasangka yang selama ini kuberi rumah
Jika senja ingin datang terlambat, biarlah
Jika burung-burung belum kembali ke sarangnya, tak apa

Tidak semua jeda adalah perpisahan
Tidak semua sunyi adalah kehilangan
Barangkali ada musim yang memang diciptakan bukan untuk dikejar
Melainkan untuk ditunggu dengan tenang

Dan aku tidak lagi berlari mengejar cakrawala
Aku duduk di beranda hati yang mulai damai
Menatap langit yang masih sama sembari menyadari
Bahwa tidak semua yang kucintai harus selalu berada dalam genggamanku
Kadang rasa hanya perlu diberi ruang untuk pulang dengan caranya sendiri

Leave a Reply