Senja selalu datang dengan cara yang sama
Mewarnai langit yang sama dan menyentuh cakrawala yang sama
Lalu pulang tanpa menjelaskan apa-apa
Barangkali karena itu beberapa hal memilih diam
Sebab ada pertanyaan yang terlalu lelah untuk terus mencari jawaban
Di antara petang yang panjang, burung-burung kembali kerumahnya
Angin membawa pulang segala yang tersesat
Dan cahaya terakhir jatuh pada jendela yang sama
Seolah semesta memiliki tempat kesayangannya sendiri
Sementara di sudut yang lain, ada beranda yang tetap terbuka
Lampunya tak pernah padam
Pintunya tak pernah tertutup
Namun senja jarang singgah cukup lama untuk tinggal
Maka yang tersisa hanyalah kebiasaan
Membiarkan malam datang tanpa banyak tanya
Membiarkan langit memilih arahnya sendiri
Sebab setelah sekian banyak petang
Menjadi penjelasan bahwa tidak semua yang menunggu akan dihampiri
Dan tidak semua yang bertahan akan dicari
Ada yang sejak awal hanya ditakdirkan menjadi cahaya di kejauhan
Akan terlihat ketika dibutuhkan
Lalu kembali menyala sendirian saat semua orang telah pulang
Dulu aku adalah langit yang selalu gelisahSedikit mendung mengira hujan akan tinggal selamanyaSedikit sunyi mengira…
Ada situasi ketika segalanya sudah tampak jelas Bahwa yang terjadi bukan sepenuhnya kesalahan orang lainKesadaran…
Langit sore perlahan meredupWarna jingga yang akhirnya berhenti berlariTak ada lagi yang dikejar Dan tak…
Ada masa dimana segalanya terlihat baik-baik saja jika dibayangkan Arah terasa sejalan dan tujuan tampak…
Pernah ada keyakinan bahwa setiap senja adalah janjiBahwa setelah jingga akan hadir malam yang menetapNamun…
Ada hari yang berjalan seperti biasa Tanpa sesuatu yang perlu dipertanyakan Segalanya terjadi sebagaimana mestinya…
This website uses cookies.