Ada banyak bahasa di dunia ini
Tapi tidak semuanya ditakdirkan untuk kita pahami
Dulu aku pernah mencoba menetap di sebuah tempat yang suaranya terdengar asing dan dingin
Sebuah ruang yang memaksaku bicara dalam nada yang tidak pernah dimengerti oleh jantungku sendiri
Di sana, aku sering kali lelah tanpa alasan
Seolah seluruh energiku terserap oleh dinding-dindingnya yang terlalu kaku
Namun di senja ini, aku memilih untuk kembali pada satu-satunya bahasa yang membuatku merasa utuh
Di hadapan jendela yang terbuka lebar ini
Aku tidak lagi merasa perlu menjadi siapa-siapa
Jemariku hanya ingin mengikuti ke mana rasa membawanya pergi
Lucunya, lelah yang biasanya datang tanpa permisi itu kini tak lagi tampak
Aku bisa terjaga hingga malam larut
Hanya untuk mematangkan satu demi satu cerita
Tanpa merasa ada yang sedang menagih tenaga
Ternyata, sejauh apa pun kita mencoba lari ke tempat yang dianggap hebat
Pada akhirnya kita akan selalu mencari jalan pulang ke tempat di mana kita bisa bernapas dengan lega
Dan bagiku, rumah itu selalu ada di sini;
Di antara sunyi, jeda, dan kata-kata
Senja selalu datang dengan cara yang samaMewarnai langit yang sama dan menyentuh cakrawala yang samaLalu…
Dulu aku adalah langit yang selalu gelisahSedikit mendung mengira hujan akan tinggal selamanyaSedikit sunyi mengira…
Ada situasi ketika segalanya sudah tampak jelas Bahwa yang terjadi bukan sepenuhnya kesalahan orang lainKesadaran…
Langit sore perlahan meredupWarna jingga yang akhirnya berhenti berlariTak ada lagi yang dikejar Dan tak…
Ada masa dimana segalanya terlihat baik-baik saja jika dibayangkan Arah terasa sejalan dan tujuan tampak…
Pernah ada keyakinan bahwa setiap senja adalah janjiBahwa setelah jingga akan hadir malam yang menetapNamun…
This website uses cookies.