Ada saat-saat di mana hari terasa begitu panjang
Menuntut segalanya hingga kita lupa cara untuk sekadar bernapas tenang
Kita berjalan di lintasan masing-masing
Memikul beban yang sering kali membuat pundak terasa payah
Ada banyak hal yang harus diselesaikan
Banyak suara yang harus didengar
Sampai rasanya seluruh energi ini terserap habis oleh dunia
Namun, di penghujung waktu
Saat semua hiruk-pikuk itu mereda
Segala lelah seolah kehilangan kuasanya
Hanya dengan menyadari keberadaanmu
Atau sekadar bertukar sapa di sela-sela waktu yang sempit
Dunia yang tadinya terasa berat tiba-tiba saja meluruh
Aneh rasanya,
Bagaimana raga ini bisa begitu luruh oleh tugas
Namun hati malah terasa seperti baru saja memenangkan sesuatu yang istimewa
Ternyata bahagia tidak butuh alasan yang megah
Di saat dua orang yang sama-sama lelah memilih untuk saling menetap
Di situlah dunia terasa hanya milik kita berdua
Bukan karena keadaan berubah menjadi lebih mudah
Tapi karena kita telah menemukan ‘rumah’ yang tidak berbentuk bangunan
Sebuah ruang tenang di mana aku bisa menepi
Meletakkan seluruh bebanku
Dan merasa utuh kembali hanya karena kamu ada
Pernah ada keyakinan bahwa setiap senja adalah janjiBahwa setelah jingga akan hadir malam yang menetapNamun…
Ada hari yang berjalan seperti biasa Tanpa sesuatu yang perlu dipertanyakan Segalanya terjadi sebagaimana mestinya…
Ada yang ingin disampaikanNamun selalu datang di waktu yang tak pernah benar-benar tepatSaat satu sisi…
Tidak semua yang retak datang dengan suara Sebagian memilih diam dan berjalan perlahan dari dalamHal-hal…
Ada fase di mana sakit, perih, dan sedih harus diderita dalam satu helaan napas yang…
Ada sore yang terasa seperti senja yang enggan pulang Kita duduk dalam jarak yang dekat…
This website uses cookies.