Ada rasa yang tiba-tiba berubah arah
Seperti langit yang semula cerah lalu ditutupi awan tipis
Tidak gelap, hanya redup
Dan redup itu cukup untuk membuat hangat di dada perlahan turun
Aku tidak keberatan jika hujan jatuh di tempat lain
Aku hanya tak siap ketika payungku ditarik tanpa aba-aba
Bukan karena ingin diprioritaskan
Melainkan karena aku juga sedang basah dan butuh berteduh
Caraku merasa mungkin tidak selalu terlihat
Kadang ia diam, kadang ia menunggu di sudut yang paling sunyi
Bukan berarti tidak peduli
Hanya saja tenagaku sedang tidak cukup untuk berbicara lantang
Maka aku memilih duduk sejenak
Membiarkan angin membawa pergi rasa kesal yang tersisa
Tidak untuk melupakan
Hanya untuk mengingat bahwa aku juga layak dipahami
Bahkan saat aku memilih untuk diam
Pernah ada keyakinan bahwa setiap senja adalah janjiBahwa setelah jingga akan hadir malam yang menetapNamun…
Ada hari yang berjalan seperti biasa Tanpa sesuatu yang perlu dipertanyakan Segalanya terjadi sebagaimana mestinya…
Ada yang ingin disampaikanNamun selalu datang di waktu yang tak pernah benar-benar tepatSaat satu sisi…
Tidak semua yang retak datang dengan suara Sebagian memilih diam dan berjalan perlahan dari dalamHal-hal…
Ada fase di mana sakit, perih, dan sedih harus diderita dalam satu helaan napas yang…
Ada sore yang terasa seperti senja yang enggan pulang Kita duduk dalam jarak yang dekat…
This website uses cookies.