Categories: Prosa Liris

Ruang Teduh Untuk Diam

Ada rasa yang tiba-tiba berubah arah
Seperti langit yang semula cerah lalu ditutupi awan tipis
Tidak gelap, hanya redup
Dan redup itu cukup untuk membuat hangat di dada perlahan turun

Aku tidak keberatan jika hujan jatuh di tempat lain
Aku hanya tak siap ketika payungku ditarik tanpa aba-aba
Bukan karena ingin diprioritaskan
Melainkan karena aku juga sedang basah dan butuh berteduh

Caraku merasa mungkin tidak selalu terlihat
Kadang ia diam, kadang ia menunggu di sudut yang paling sunyi
Bukan berarti tidak peduli
Hanya saja tenagaku sedang tidak cukup untuk berbicara lantang

Maka aku memilih duduk sejenak
Membiarkan angin membawa pergi rasa kesal yang tersisa
Tidak untuk melupakan
Hanya untuk mengingat bahwa aku juga layak dipahami
Bahkan saat aku memilih untuk diam

strd

Recent Posts

Jejak Senja Di Beranda Sunyi

Senja selalu datang dengan cara yang samaMewarnai langit yang sama dan menyentuh cakrawala yang samaLalu…

2 weeks ago

Yang Kubiarkan Berlalu

Dulu aku adalah langit yang selalu gelisahSedikit mendung mengira hujan akan tinggal selamanyaSedikit sunyi mengira…

2 weeks ago

Antara Menyadari dan Menahan Diri

Ada situasi ketika segalanya sudah tampak jelas Bahwa yang terjadi bukan sepenuhnya kesalahan orang lainKesadaran…

1 month ago

Senja Yang Tak Lagi Riuh

Langit sore perlahan meredupWarna jingga yang akhirnya berhenti berlariTak ada lagi yang dikejar Dan tak…

2 months ago

Dibalik Arah Yang Sama

Ada masa dimana segalanya terlihat baik-baik saja jika dibayangkan Arah terasa sejalan dan tujuan tampak…

2 months ago

Senja Yang Tak Pernah Jadi Malam

Pernah ada keyakinan bahwa setiap senja adalah janjiBahwa setelah jingga akan hadir malam yang menetapNamun…

2 months ago

This website uses cookies.