Senja yang Menutup Hari

Dalam lembayung yang meredup perlahan aku berdiri di ujung senja yang panjang
Membawa cerita yang tertulis dalam luka dan rindu, menyulam harap dalam setiap bisu yang terpendam
Aku yang dulu terabaikan bayangnya kini belajar menari dalam cahaya yang redup
Mengikat kembali serpihan hati yang patah dan membuka lembaran baru tanpa rasa takut

Aku bukan lagi bayangan gelap yang tersisihkan tapi cahaya kecil yang terus menyala
Menemani malam dan menantikan fajar dengan jiwa yang kuat dan hati yang lapang
Senja menutup hari tapi esok selalu menjanjikan cahaya baru
Begitu pula aku yang terus berjalan, terus berharap dan terus menjadi aku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *